A. Pengertian
Internet
Internet
adalah kumpulan atau jaringan dari komputer yang ada diseluruh dunia. Internet
(kependekan dari interconnection-networking) secara harfiah ialah sistem global
dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar
Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh
dunia.
Pengertian
internet menurut para ahli :
1.
Lani
Sidharta, menyatakan bahwa internet adalah suatu interkoneksi sebuah jaringan
komputer yang dapat memberikan layanan informasi secara lengkap. Dan, terbukti
bahwa internet dilihat sebagai media maya yang dapat menjadi rekan bisnis,
politik, sampai hiburan. Semuanya tersaji lengkap di dalam media ini.
2.
Khoe
yao tung menyatakan bahwa intenet adalah jaringan yang satelit komunikasi yang
fungsinya sangat beragam dan tentu merupakan pendukung internet di seluruh
dunia.
Berdasarkan
kedua pendapat diatas, bahwa dapat disimpulkan bahwa internet adalah suatu
jaringan komunikasi antara computer yang besar, yang mencakup seluruh dunia dan
berbasis pada sebuah protocol yang disebut TCP/IP (Tranmission Control Protocol
/ Internet protocol). Selain itu internet dapat juga disebut sebagai sumber
daya informasi yang dapat digunakan oleh seluruh dunia dalam mencari informasi.
B. Sejarah Internet
Internet
merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika
Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced
Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana
dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan
komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET
merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan,
dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan
protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol).
Tujuan
awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem
jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah
vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk
menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat
mudah dihancurkan. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu tanford
Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan
terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan
Oktober 1972.
Tidak
lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua
universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET
kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu
"MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang
lebih kecil untuk keperluan nonmiliter seperti, universitas-universitas.
Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian
disederhanakan menjadi Internet.
C. Jenis-Jenis
Hubungan Koneksi Internet
a.
Tipe
koneksi ke internet dengan kabel
1.
Dial-Up
(Kecepatan Akses Internet-Dial Up melalui Jalur PSTN)
Dial Up yaitu
cara menghubungkan komputer kita ke internet menggunakan kabel telepon. Untuk
bisa melakukan koneksi internet dengan menggunakan dial-up, setidaknya harus
memiliki computer, modem dan sambungan telepon rumah. Prosesnya, pertama kali
computer yang di hubungkan dengan modem melakukan panggilan telepon (Dial-up)
ke penyelenggara internet atau ISP (Internet sevice Provider), setelah
terhubung, baru bisa melakukan akses internet. Kecepatan akses menggunakan tipe
ini adalah maksimum 56 Kbps (Kilo bite per second).
Dial-up melalui
jalur PSTN (Public Switched Telephone Network) yaitu cara kita terhubung ke ISP
(Internet Service Provider) melalui jaringan telephone reguler (PSTN) contohnya
adalah “Telkomnet Instan” dari ISP Telkom.
2.
ADSL
(Kecepatan Akses Internet-ADSL)
ADSL (Asymetric
Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada
frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan
kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang
bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan
akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi
pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan
saluran modem).
Berapakah
Bandwith maksimum yang didapat apabila kita menggunakan akses internet menggunakan
ADSL untuk line rate 384 kbps, bandwidth maksimum yang didapatkan mendekati 337
kbps, Untuk line rate 384 kbps, throughput rata-rata (kecepatan download) yang
bisa didapatkan sekitar 40 Kb/s, Untuk line rate 512 kbps, bandwidth maksimum
yang didapatkan mendekati 450 kbps. Untuk line rate 512 kbps, throughput
rata-rata (kecepatan download) yang bisa didapatkan sekitar 52 Kb/s.
3.
Akses
Saluran ISDN (Integrated Service Digital Network)
ISDN merupakan
komunikasi melalui jaringan telepon yang dapat memisahkan aplikasi suara (data
analog) dengan data non suara seperti teks, gambar, dan video (data digital)
pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan pada jaringan telepon. Modem ISDN
tidak mengubah data digital menjadi data analog atau sebaliknya seperti pada
modem dial up (tidak ada proses modulasi dan demodulasi). Modem ISDN hanya
memproses data digital antara komputer dengan jaringan ISDN. Kecepatan transfer
data dengan layanan ini mencapai 128 kbps, lebih cepat bila dibandingkan dengan
kecepatan koneksi dial up.
Cara kerja
koneksi jenis ini mirip dengan ISDN, yaitu dengan menumpangkan sinyal transmisi
data frekuensi tinggi yang membawa data digital di saluran telepon. Pada bagian
pelanggan dipasang pemisah sinyal (splitter) yang memisahkan sinyal frekuensi
tinggi agar tidak mengganggu sinyal pembicaraan dan sinyal fungsi operasional
pesawat telepon. Dengan demikian, kamu tetap bisa melakukan panggilan telepon
ketika sedang berinternet. Sinyal data frekuensi tinggi diproses dalam modem
DSL guna melangsungkan koneksi internet antara pelanggan dengan ISP.
4.
TV
Kabel (Kecepatan Akses Internet)
Kelebihan
mengakses internet dengan menggunakan jaringan TV kabel dapat mengakses
internet setiap saat dan bebas dari gangguan telepon sibuk. Jaringan TV kabel
ini dapat dipakai untuk koneksi ke internet dengan kecepatan maksimum 27Mbps
downstream (kecepatan download ke pengguna) dan 2,5Mbps upstream (kecepatan
upload dari pengguna). Agar dapat menggunakan modem kabel, komputer harus
dilengkapi dengan kartu ethernet (ethernet card).
Di dalam
jaringan rumah, kabel dari “TV kabel” menggunakan kabel koaksial dan dipasang
sebuah “pemisah saluran” (splitter) kabel. Setelah kabel dari jaringan (cable
network) melewati splitter, kabel tersalur dalam dua saluran, satu ke TV dan
satu lagi ke modem kabel. Dari modem kabel baru menuju kartu ethernet dan
kemudian ke komputer.
5.
Akses
Saluran T1
T1 dan T3 line,
T1 merupakan pilihan yang populer untuk disewakan bagi kepentingan bisnis untuk
tersambung ke Internet dan untuk ISP tersambung ke backbone Internet.
T-1 Lines
merupakan koneksi telepon terdedikasi yang mendukung besaran data hingga 1.544
Mbps. T3 merupakan jaringan telepon yang didedikasikan untuk mendukung transfer
data hingga 43 hingga Mbps. Biaya pasti lebih tinggi dan ini digunakan untuk
kepentingan bisnis dan biasanya fix rate bulanan by speed for unlimited use.
Lokasi bisa dibicarakan dengan provider.
b.
Tipe
koneksi ke internet dengan Tanpa kabel (wireless)
1.
GPRS
(Kecepatan Akses Internet-GPRS)
GPRS adalah
kepanjangan dari General Packet Radio Service yaitu komunikasi data dan suara
yang dilakukan dengan menggunakan gelombang radio. GPRS memiliki kemampuan
untuk mengkomunikasikan data dan suara pada saat alat komunikasi bergerak
(mobile). Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket
data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran
(browsing) Internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan
IS-136, walaupun jaringaan GPRS saat ini terpisah dari GSM.
Dalam teorinya
GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga
memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook
dan handheld computer. Namun dalam implementasinya, hal tersebut sangat
tergantung faktor-faktor sebagai berikut:
·
Konfigurasi dan alokasi time
slot pada level BTS.
·
Software yang dipergunakan.
·
Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan.
Ini menjelaskan
mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses GPRS terasa
lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kbps.
2.
3G
(Kecepatan Akses Internet-3G)
3G (dibaca:
triji) adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: third-generation
technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi
telepon nirkabel (wireless).
3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang
bisa memberikan kecepatan akses:
·
Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile).
·
Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian).
·
Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.
Jaringan 3G tidak
merupakan upgrade dari 2G, operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk
mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator
2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G
karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan
nirkabel pita lebar (broadband wireless). Jaringan Telepon Telekomunikasi
selular telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010.
Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan
transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea
menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal
tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.
3.
Wifi
(Kecepatan Akses Internet-WiFi)
Wi-Fi (Wireless
Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan
teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan
aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga
dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu
banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi
memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau
mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang
bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah
kepraktisan,tidak perlu repot memasang kabel network. Untuk masalah kecepatan
tergantung sinyal yang diperoleh.
4.
Akses
Satelit
Sebuah layangan
Internet yang menggunakan antena parabola yang dapat menyediakan akses download
hingga 400 kilobits per detik (400 kbps). Satelite VSAT, merupakan koneksi yang
cukup cepat namun termahal. Koneksi ini harus menggunakan sebuah payung
(parabola khusus) untuk menangkap signal satelit. Kecepatan dari 64 hingga 2Mb
(berlaku hanya di Indonesia), di international lebih dari 2Mb. Biaya fix rate
bulanan by speed for unlimited use. Lokasi ditentukan oleh ISP yang menyediakan
fasilitas ini.
D. Perangkat
yang dibutuhkan untuk mengakses Internet
1.
Perangkat Keras
· Modem
· Access Poin
· Komputer dan
Device
· Kabel Jaringan
· Server
· Router
· Wireless
Network Adapter
· Port USB
· Antena Eksternal
2.
Perangkat Lunak
·
Web
Browser
·
Driver
·
Sistem
Operasi
Daftar Pustaka
https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/618/jbptunikompp-gdl-fitrinim10-30855-10-unikom_f-i.pdf
ejournal.unp.ac.id/students/index.php/psej/article/download/30/21
Tidak ada komentar:
Posting Komentar