Kamis, 12 Juli 2018

PAPER 4 : PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL

1.     ASEKSUAL

Perkembangbiakan aseksual adalah perkembangbiakan tanpa melibatkan alat reproduksi sehingga tidak terjadi proses fertilisasi atau pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina. Biasanya yang mengalami perkembangbiakan secara aseksual adalah tumbuhan dan hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

a.     Tumbuhan
        Tumbuhan mempunyai beberapa perkembangbiakan aseksual alami, yaitu:

-   Umbi, meliputi umbi batang (kentang dan ubi jalar), umbi lapis (bawang), sera umbi akar (dahlia)

-  Batang di bawah tanah, meliputi sucker (pisang dan pinang), rizoma (jahe dan lengkuas), serta         kormus (bakung dan gladiol)

- Batang menjalar di atas tanah, meliputi stolon/geragih (strawberi), runner (semanggi), offsets (eceng gondok), tunas adventif (cocor bebek, pinus, dan sukun), serta bulbil (nanas dan lidah buaya)

b.      Hewan
         Pada hewan perkembangbiakan aseksual dilakukan oleh hewan tingkat rendah (invetrebrata). 

2.     SEKSUAL

         Perkembangbiakan secara seksual adalah perkembangbiakan yang melibatkan alat reproduksi sehingga terjadi proses fertilisasi atau pertemuan antar gamet jantan dan gamet betina. Umumnya hewan bertulang belakang yang mengalami perkembangbiakan secara seksual, seperti ikan, sapi, kucing, anjing, katak, kura-kura, burung.

a.     Tumbuhan
       Organ seksual tumbuhan berbiji berupa bunga. Tumbuhan berbiji berkembang biak secara seksual melalui tahap pembentukan gamet, penyerbukan putik oleh benang sari, dan pembuahan. Penyerbukan merupakan tahap yang penting dalam perkembangbiakan tumbuhan berbiji. Agar benag sari sampai ke putik, tumbuhan mengembangkan adaptai yang berbeda-beda, yaitu:
-   Anemogami
      Penyerbukan yang dibantu oleh angin. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin, cenderung memiliki serbuk sari yang banyak dan ringan. Contoh : jagung dan rumput

-  Hidrogami
          Penyerbukan yang dibantu oleh air. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh air adalh tumbuhan air. Contoh tumbuhan paku air.

-  Zoidiogami
         Penyerbukan yang dibantu oleh hewan, dibagi lagi menjadi penyerbukan yang dibantu serangga (entomogami), dan penyerbukan yang dibantu oleh burung (ornitogami).

b.   Hewan
         Sebagian besar hewan mempertahankan hidupnya melalui perkembangbiakan seksual. Bentuk adaptasi hewan untuk meningkatkan keberasilan dalam proses perkembangbiakan, yaitu:

-        Mempunyai organ perkembangbiakan yang terpisah antara jantan dan betina. Namun demikian, ada hewan yang mempunyai alat reproduksi jantan dan betina (hermafrodit), misalnya ubur-ubur dan cacing.

-        Fertilisasi dapat dilangsungkan secara internal (di dalam tubuh) seperti mamalia, atau secara eksternal (di luar tubuh) seperti ikan dan katak.

-        Memelihara embrio dengan cara yang berbeda, yaitu:
      1.)   Vivipar , embrio berkembang di dalam tubuh induk, memperoleh makana dari  induk, kemudian dilahirkan. Contoh: kerbau.
      2.)   Ovipar, embrio dilindungi struktur bercangkan dikeluarkan dan menetas di luar  tubuh induk. Contoh: unggas.

Reproduksi Aseksual
               Reproduksi aseksual adalah proses reproduksi sel atau organisme tanpa serikat individu yang terpisah. Beberapa organisme bersel melakukan reproduksi aseksual dengan menyalin dan membelah diri melalui proses mitosis. Reproduksi aseksual bekerja dengan baik untuk organisme di lingkungan stabil yang tidak dapat mencari pasangan. Setiap organisme baru secara genetik identik dengan orang tua.

Reproduksi Seksual
                    Reproduksi seksual adalah proses reproduksi sel atau organisme yang membutuhkan baik jantan dan betina. Kebanyakan mamalia, reptil, burung, serangga, dan ikan mereproduksi melalui reproduksi seksual. Reproduksi seksual dipraktekkan oleh sebagian besar organisme yang memiliki jantan dan betina dan dapat mencari jodoh. Hasil reproduksi seksual pada variasi genetik lebih besar dari reproduksi aseksual.


              Karena kurangnya variasi genetik dalam reproduksi aseksual, populasi mereka lebih berisiko terhadap penyakit atau perubahan lingkungan. Organisme yang bereproduksi secara seksual, lebih mampu beradaptasi dengan tantangan ini. Ada beberapa spesies yang dikenal untuk mereproduksi baik secara aseksual dan seksual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar