Apa itu Ilmu Alamiah Dasar dan Matematika ?
Matematika secara etimologi berasal dari bahasan latin “
manthanein Ataumathemata ” yang berarti “ belajar atau hal yang dipelajari “.
Menurut salah satu ahli yaitu Suwarsono mengatakan bahwa matematika adalah ilmu
yang memiliki sifat khas yaitu : objek bersifat abstrak, menggunakan
lambang-lambang yang tidak banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan
proses berpikir yang dibatasi oleh aturan-aturan yang ketat.
Menurut saya menjelaskan bahwa matematika adalah ilmu
yang mempelajari tentang perhitungan, pengkajian dan menggunakan nalar atau
kemampuan berpikir seseorang secara menyeluruh dan logis dengan hitungan yang
pasti dan pikiran yang jernih.
Menurut H.W.Flower, Ilmu Alamiah Dasar merupakan sebuah
ilmu yang mengkaji tentang gejala alam semesta, termasuk yang terjadi dimuka
bumi ini. Ilmu alamiah dasar juga dikatakan sebagai konsep awal terbentuknya
ilmu pengetahuan alam (IPA). Kesimpulannya Lahirnya ilmu alamiah dasar sendiri
memiliki tujuan untuk membentuk dan menggunakan teori, ilmu alamiah sendiri
tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan. Manusialah yang menilai
apakah ilmu yang dipakainya baik atau buruk.
Fungsi mempelajari Ilmu Alamiah Dasar antara lain, yaitu
:
1. Memberi wawasan kepada mahasiswa tentang konsep-konsep
alam agar dapat peka
2. Tanggap terhadap masalah-masalah alam yang ada disekitarnya
serta dapat bertanggung jawab terhadap berbagai masalah alam didalam masyarakat
sebagaithe agen of change (Agen Perubahan).
3. Dapat mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada
mahasiswa serta dapat mendorong.
4. Mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar (Basic
Natural Science) pada perkembangan diri, ilmu, dan profesi pada mahasiswa.
Pengertian mitos, mitos adalah cerita prosa rakyat yang
ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi didunia lain
pada masa lampau yang dianggap benar terjadi oleh penganutnya. Contohnya cerita
Nyai Roro Kidul (Ratu Laut Selatan), Cerita Barong di Bali.
Pengertian Penalaran, adalah proses berpikir yang
bertolak belakang dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan
pengertian, berdasarkan sejumlah proporsi yang diketahui atau dianggap benar
kemudian menyimpulkan sebuah proporsi baru yang sebelumnya tidak diketahui ,
proses inilah yang disebut menalar. Penalaran ada dua yaitu penalaran deduktif
yaitu proses
penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku
khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.
Memperoleh
Pengetahuan dengan Cara Tradisional
(a) Cara coba-coba
Dilakukan dengan menggunakan
kemungkinan tersebut tidak berhasil dicoba kemungkinan yang lama.
(b) Cara kekuasaan (otoritas)
Dimana pengetahuan diperoleh
berdasarkan pada kekuasaan, baik otoritas tradisi, otoritas pemerintah,
otoritas pemimpin, maupun otoritas ahli ilmu pengetahuan.
(c) Berdasarkan pengalaman
Hal ini dilakukan dengan cara mengulang
kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi
pada masa yang lalu
(d) Melalui jalan pikiran
Manusia telah mampu menggunakan
penalarannya dalam memperoleh pengetahuan
Cara modern dalam
memperoleh pengetahuan.
Cara baru atau modern dalam memperoleh
pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis dan ilmiah, cara ini
disebut dengan metode penelitian ilmiah atau lebih populer lagi metodologi
penelitian.
Cara Pengukuran
Pengetahuan
Menurut Arikunto (2006), pengukuran pengetahuan
dapat diperoleh dari kuesioner atau angket yang menanyakan isi 16 materi yang
ingin diukur dari subyek penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang
ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat
pengetahuan tersebut diatas. Sedangkan kualitas pengetahuan pada masing-masing
tingkat pengetahuan dapat dilakukan dengan skor yaitu:
(1) Tingkat pengetahuan baik bila skor
atau nilai 76-100 %
(2) Tingkat pengetahuan cukup baik bila
skor atau nilai 56-75 %
(3) Tingkat pengetahuan kurang baik
bila skor atau nilai <56 %
Tidak ada komentar:
Posting Komentar